jangan lupa klik ya guys

LAPORAN PRAKTIKUM SEDIMENTOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM SEDIMENTOLOGI

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

a.       Pengertian Sedimen
 Sedimentologi adalah ilmu yang mempelajari sedimen atau endapan (Wadell, 1932). Sedangkan sedimen atau endapan pada umumnya diartikan sebagai hasil dari proses pelapukan terhadap suatu tubuh batuan, yang kemudian mengalami erosi, tertansportasi oleh air, angin, dll, dan pada akhirnya terendapkan atau tersedimentasikan.
Sedimen yang di jumpai di dasar lautan dapat berasal dari beberapa sumber yang menurut Reinick (Dalam Kennet, 1992) dibedakan menjadi empat yaitu
1. Lithougenus sedimen yaitu sedimen yang berasal dari erosi pantai dan material hasil erosi daerah up land. Material ini dapat sampai ke dasar laut melalui proses mekanik, yaitu tertransport oleh arus sungai dan atau arus laut dan akan terendapkan jika energi tertransforkan telah melemah.
2. Biogeneuos sedimen yaitu sedimen yang bersumber dari sisa-sisa organisme yang hidup seperti cangkang dan rangka biota laut serta bahan-bahan organik yang mengalami dekomposisi.
3. Hidreogenous sedimen yaitu sedimen yang terbentuk karena adanya reaksi kimia di dalam air laut dan membentuk partikel yang tidak larut dalam air laut sehingga akan tenggelam ke dasar laut, sebagai contoh dan sedimen jenis ini adalah magnetit, phosphorit dan glaukonit.
4. Cosmogerous sedimen yaitu sedimen yang berasal dari berbagai sumberdan masuk ke laut melalui jalur media udara/angin. Sedimen jenis ini dapat bersumber dari luar angkasa, aktifitas gunung api atau berbagai partikel darat yang terbawa angin. Material yang berasal dari luar angkasa merupakan sisa-sisa meteorik yang meledak di atmosfir dan jatuh di laut. Sedimen yang berasal dari letusan gunung berapi dapat berukuran halus berupa debu volkanik, atau berupa fragmen-fragmen aglomerat. Sedangkan sedimen yang berasal dari partikel di darat dan terbawa angin banyak terjadi pada daerah kering dimana proses eolian dominan namun demikian dapat juga terjadi pada daerah subtropis saat musim kering dan angin bertiup kuat. Dalam hal ini umumnya sedimen tidak dalam jumlah yang dominan dibandingkan sumber-sumber yang lain.
Adapun Endapan Sedimen pada Perairan Dangkal : Pada umumnya ‘Glacial Continental Shelf’ dicirikan dengan susunan utamanya campuran antara pasir, kerikil, dan batu kerikil. Sedangkan ‘Non Glacial Continental Shelf’’ endapannya biasanya mengandung lumpur yang berasal dari sungai. Di tempat lain (continental shelf) dimana pada dasar laut gelombang dan arus cukup kuat, sehingga material batuan kasar dan kerikil biasanya akan diendapkan.
Sebagian besar pada ‘Continental slope’ kemiringannya lebih terjal sehingga sedimen tidak akan terendapkan dengan ketebalan yang cukup tebal. Daerah yang miring pada permukaannya dicirikan berupa batuan dasar (bedrock) dan dilapisi dengan lapisan lanau halus dan lumpur. Kadang permukaan batuan dasarnya tertutupi juga oleh kerikil dan pasir.
b.      Besar butir sedimen
Analisa granulometri merupakan suatu metoda analisa yang menggunakan ukuran butir sebagai materi analisa. Analisa ini umum digunakan dalam bidang keilmuan yang berhubungan dengan tanah atau sedimen. Dalam analisa ini tercakup beberapa hal yang biasa dilakukan seperti pengukuran rata-rata, pengukuran sorting atau standar deviasi, pengukuran skewness dan kurtosis. Masing-masing pengukuran tersebut mempunyai rumus-rumus yang berbeda dan mempunyai batasan-batasan untuk menggambarkan keadaan dari butiran yang diamati atau dianalisa. Batasan-batasan tersebut biasa disebut dengan verbal limit. Analisa granulometri dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan metode grafis dan metode statistik, dimana metode grafis memuat berbagai macam grafik yang mencerminkan penyebaran besar butir, hubungan dinamika aliran dan cara transportasi sedimen klastik, sedangkan metode statistik menghasilkan nilai rata-rata, deviasi standar, kepencengan dan kemancungan kurva.
Pilihan atau Sortasi dapat menunjukkan batas ukuran butir atau keanekaragaman ukuran butir, tipe dan karakteristik serta lamanya waktu sedimentasi dari suatu populasi sedimen (Folk, 1968). Menurut Friedman dan Sanders (1978), sortasi atau pemilahan adalah penyebaran ukuran butir terhadap ukuran butir rata-rata. Sortasi dikatakan baik jika batuan sedimen mempunyai penyebaran ukuran butir terhadap ukuran butir rata-rata pendek. Sebaliknya apabila sedimen mempunyai penyebaran ukuran butir terhadap rata-rata ukuran butir panjang disebut sortasi jelek.
Besar butir rata-rata merupakan fungsi ukuran butir dari suatu populasi sedimen (misal pasir kasar, pasir sedang, dan pasir halus). Besar butir rata-rata dapat juga menunjukkan kecepatan turbulen/ sedimentasi dari suatu populasi sedimen.

BAB III. MATERI DAN METODE

a.       Waktu dan Tempat Pelaksanaan
·         Praktikum di Lapangan
Praktek Sedimentologi ini dilakukan pada hari sabtu dan minggu tanggal 28-29 November 2015 di daerah perairan Tanjung Unggat, Tanjungpinang.
·         Praktikum di Laboratrium
Praktek sedimentologi ini dilakukan pada hari senin, selasa dan rabu pada tanggal 30 November dan 01, 02 Desember 2015.
b.      Alat dan Bahan Praktikum

·         Alat
1.      Saltmeter
2.      Edman grab
3.      Multi Taster
4.      Ayakan Bertingkat
5.      Timbangan Analitik
6.      Alat Tumbukan
7.      Oven
8.      Gelas Ukur
·         Bahan
1.      Alumunium foil
2.      Substrat dasar perairan
3.      Kantong plastik
4.      Kertas label


c.       Metode yang digunakan
·         Metode pengambilan sampel sedimen di Lapangan
Prosedur kerja yang dilakukan dalam pengambilan sample sedimen secara langsung pada daerah pinggiran pantai adalah :
1.      Menentukan posisi stasiun pengambilan sampe
2.       Menyiapkan alat yang digunakan untuk pengambilan sampel
3.      Melakukan pengambilan sampel dengan menggunakan skop
4.      Masukkan sampel ke dalam kantong sampel
5.      Menentukan posisi tiap sub stasiun.
·         Metode Analisis Besar Butir Sedimen dengan Metode Ayakan kering
Metode ini digunakan untuk mendapatkan fraksi pasir (sand).  Adapun prosedur kerjanya adalah:
1.      Sampel sedimen yang diperoleh di lapangan dikumpulkan sesuai dengan lokasi masing-masing sampel, kemudian dicuci dengan air aquades (untuk menghilangkan bahan organik terapung) setelah itu dimasukkan ke dalam beaker glass.
2.      Sampel sedimen dikeringkan dengan bantuan sinar matahari sehingga sampel sedimen betul-betul kering.  Hindari tiupan angin jika pengeringan di udara bebas.
3.      Sedimen kering tersebut diambil dan kemudian ditimbang untuk dianalisis ±100 gram sebagai berat awal.
4.      Sampel dimasukkan kedalam ayakan unutk diguncang secara merata selama minimum 10 menit untuk sempurnanya pengayakan, sehingga didapatkan pemisahan ukuran masing-masing partikel sedimen berdasarkan ukuran ayakan.
5.      Sampel dipisahkan dari ayakan (untuk antisipasi tertinggalnya butiran pada ayakan disikat dengan perlahan).
Hasilnya kembali dihitung untuk mendapatkan berapa gram hasil masing-masing tiap ukuran ayakan.
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

a.       Hasil
1.      Hasil ayakan dan berat sedimen
Stasiun ke
Ayakan ke- (gram)

1
2
3
4
5
6
7
8
1
4,72
2,34
13,19
25,40
20,44
19,17
4,19
11,05
2
4,10
1,90
9,96
23,77
21,92
22,49
6,56
6,58
3
36,64
5,39
16,51
18,55
11,68
11,45
2,07
1,36
4
42,33
3,41
12,93
17,26
11,28
11,30
2,95
0,52
5
9,59
1,97
16,39
25,32
18,59
16,62
3,85
8,32
6
3,92
1,02
5,89
17,09
30,00
35,15
3,82
4,01
7
4,51
1,35
6,02
22,17
30,32
2,76
3,01
38,15
8
38,10
6,05
18,25
17,37
8,51
6,71
1,91
3,42
9
13,91
2,99
12,45
18,95
17,86
21,29
2,50
10,55
10
20,11
4,52
20,20
23,61
11,70
10,70
4,77
3,72
11
16,31
3,29
15,23
22,48
16,98
16,28
3,19
6,45
12
31,91
5,21
18,35
19,91
11,17
9,97
2,86
3,05
13
17,33
3,92
20,50
24,28
16,24
12,89
2,23
0,07
14
29,24
4,25
17,83
20,81
11,65
11,49
3.61
1,37
15
24,45
4,61
18,76
19,99
13,37
13,18
3,16
5,04
16
15,32
5,93
18,49
26,29
14,23
14,90
0.22
2,28
17
17,90
4,85
18,42
20,30
14,79
17,82
5,44
0,04
18
19,06
2,22
8,81
18,32
21,87
24,81
3,26
3,48
19
6,79
2,51
13,33
24,13
21,00
23,66
6,18
2,80
20
3,78
5,52
10,32
27,15
16,98
26,78
3,06
5,92
21
15,32
4,12
14,15
21,17
22,92
19,78
2,27
0,17
22
60,46
5,16
14,49
10,93
4,65
3,78
0,96
0,92
23
22,11
2,53
18,19
25,62
9,69
12,71
2,78
5,71
24
10,70
0,86
17,50
24,21
19,70
15,51
4,96
7,21
25
18,29
1,31
18,48
20,23
18,28
14,89
5,45
4,19
26
23,48
5,60
17,78
20,95
12,36
14,19
2,18
6,02
27
35,10
9,03
16,27
19,31
5,51
9,72
3,93
1,40
28
14,31
5,29
17,23
20,48
18,98
14,28
6,19
3,45
29
4,52
20,11
23,61
20,20
10,70
11,70
3,70
4,79
30
17,06
4,22
6,81
20,32
20,87
25,81
5,26
1,48
Total
581.37
131.48
456.34
636.57
484.24
471.79
106.52
153.52

2.      Hasil pengukuran kualitas perairan

kecerahan (meter)
arus (m/s)
salinitas (ppm)
1
1.00
0.01
20
2
0.83
0.01
25
3
0.60
0.03
22
4
0.88
0.02
25
5
0.80
0.04
25
6
0.80
0.02
20
7
0.70
0.03
20
8
0.81
0.02
24
9
0.67
0.07
23
10
1.14
0.07
25
11
1.20
0.04
26
12
1.26
0.04
26
13
1.11
0.01
26
14
0.95
0.02
28
15
1.05
0.02
25
16
1.47
0.06
25
17
0.99
0.03
25
18
1.05
0.14
25
19
1.09
0.31
25
20
1.01
0.05
26
21
1.21
0.05
25
22
1.05
0.04
24
23
1.15
0.10
24
24
1.22
0.09
25
25
1.21
0.04
24
26
1.69
0.05
27
27
1.73
0.09
24
28
1.71
0.04
27
29
1.88
0.08
26
30
1.54
0.03
23
RATA
1.13
0.05
24.50

b.      Pembahasan
Kondisi sedimen di perairan laut Tanjung Unggat tergolong beraneka ragam. Dimana urutan sedimen ukuran terbanyak dimulai dari ayakan ke 4,1,5,6,3,8,2, dan 7. Dimana ayakan pertama merupakan pasir kasar, ayakan kedua merupakan pasir menengah, ayakan ketiga merupakan pasir halus, ayakan ke empat merupakan pasir yang sangat halus, ayakan ke lima merupakan lumpur kasar, ayakan ke enam merupakan lumpur menegah, ayakan ke tujuh merupakan lumpur halus dan ayakan ke delapan merupakan lumpur yang sangat halus.
      Perbedaan ukuran partikel ini disebabkan oleh banyak factor, termasuk factor kedalaman, kuat arus, dan aktivitas warga. Pada ayakan pertama, jumlah terbanyk ada di stasiun 22, dimana kuat arus di stasiun tersebut sebesar 0,04 m/s. hal ini akan mempengaruhi kecepatan pembentukan maupun proses transformasi sedimen yang ada.



BAB V. PENUTUP

a.       Kesimpulan
Sedimen ukuran pasir yang sangat halus paling banyak di temukan di Laut Tanjung Unggat dengan jumlah total 636.57gr. sedangkan yang paling sedikit adalah jenis lumpur yang sangat halus dengan total 106,52 gram

b.      Saran
Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai sedimen yang ada di lokasi ini. Juga dalam proses praktikum ke depannya diharpkan sesuai dengan sistematika prosedur praktikum, sehingga hasil yang didapatkan tidak terlalu banyak bias. 

0 Response to "LAPORAN PRAKTIKUM SEDIMENTOLOGI"

Post a Comment